Antisipasi Kebakaran di Tengah Cuaca Panas, Damkar Kabupaten Bekasi Perkuat Kesiapsiagaan
LYNNUSANTARA.COM, KABUPATEN BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 422 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan total kejadian sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 147 kasus. Cuaca panas ekstrem diduga menjadi salah satu faktor yang memicu lonjakan tersebut.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi sejak Juli hingga Oktober 2026 membuat berbagai objek lebih rentan terbakar.
“Kenaikan tahun 2026 disebabkan karena adanya cuaca panas ekstrem yang terjadi mulai Juli, Agustus sampai Oktober 2026,” ucap Adeng.
Berdasarkan data Damkar Kabupaten Bekasi, peningkatan kasus kebakaran mulai terlihat sejak Juni 2026. Pada Januari tercatat tujuh kejadian, Februari sembilan kejadian, Maret 16 kejadian, April 18 kejadian, dan Mei sebanyak 15 kejadian.
Memasuki Juni, jumlah kebakaran meningkat menjadi 37 kejadian. Tren kenaikan semakin tajam pada triwulan ketiga, dengan 77 kejadian pada Juli dan 92 kejadian pada Agustus.
Sementara itu, September menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi, yakni mencapai 151 kejadian dalam satu bulan.
Adeng menjelaskan, objek yang terbakar cukup beragam, mulai dari lahan kosong, rumah tinggal, lapak pedagang, pertokoan, hingga bangunan pabrik.
Menghadapi peningkatan tersebut, Damkar Kabupaten Bekasi memastikan kesiapsiagaan personel tetap terjaga untuk melakukan penanganan kebakaran secara cepat dan maksimal. Petugas juga berpegang pada prinsip pantang pulang sebelum api berhasil dipadamkan.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem. Upaya pencegahan dan kehati-hatian dalam beraktivitas diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran di wilayah Kabupaten Bekasi.



Post Comment