BPBD Kabupaten Bekasi Perkuat Penanganan Kekeringan, 10,1 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
LYNNUSANTARA.COM, KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat penanganan darurat akibat kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data hingga Kamis (10/9/2026) pukul 22.00 WIB, kekeringan telah berdampak pada 296 titik yang tersebar di 45 desa pada 13 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Pemkab Bekasi secara kolaboratif telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10,1 juta liter. Distribusi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, TNI/Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI Kabupaten Bekasi, Baznas, dunia usaha, yayasan, komunitas, hingga pemerintah desa dan kecamatan yang terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pendistribusian air bersih terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
“Air bersih dan air minum terus kami distribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujar Dodi.
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap sektor pertanian. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 949 hektare lahan pertanian di 41 desa yang tersebar pada 13 kecamatan turut terdampak.
Dari seluruh wilayah terdampak, terdapat delapan kecamatan dengan dampak kekeringan yang cukup luas, yakni Sukawangi, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Karangbahagia, Bojongmangu, dan Cibarusah. Secara keseluruhan, delapan kecamatan tersebut mencakup 29 desa.
Sukawangi dan Cibarusah tercatat sebagai wilayah dengan cakupan desa terdampak paling banyak, masing-masing mencapai tujuh desa.
Sementara itu, penyaluran bantuan air bersih masih terus dilakukan di sejumlah lokasi. Di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 281 kepala keluarga atau sekitar 843 jiwa.
Selain bantuan air, PMI Pusat turut memberikan dukungan berupa satu toren berkapasitas 5.000 liter dan satu toren berkapasitas 2.000 liter.
Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat di Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, berupa toren dengan kapasitas yang sama.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, telah mengingatkan masyarakat terkait potensi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diperkirakan mengalami penurunan secara signifikan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bekasi telah menerbitkan Surat Edaran tentang kewaspadaan menghadapi musim kemarau sejak April 2026. Surat tersebut disampaikan kepada seluruh perangkat daerah serta pemerintah desa di Kabupaten Bekasi.
Muchlis juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, menggunakan air secara hemat, serta menyiapkan tempat penampungan air sebagai langkah menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan sumber air.
BPBD Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan kesiapsiagaan serta koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat juga diharapkan dapat menggunakan air bersih secara bijak dan tidak berlebihan, khususnya apabila kondisi kemarau masih berlangsung dalam waktu yang panjang.



Post Comment