Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Pastikan Stok Obat Aman Sepanjang 2026

LYNNUSANTARA.COM, KABUPATEN BEKASI – Ketersediaan obat di Kabupaten Bekasi dipastikan dalam kondisi aman hingga awal tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat menyebut, stabilitas stok ini didukung oleh perencanaan yang terukur serta peningkatan anggaran yang signifikan, guna menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, menjelaskan bahwa sistem perencanaan kebutuhan obat telah disusun jauh hari melalui mekanisme Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Proses ini melibatkan seluruh puskesmas sebagai basis data utama dalam menentukan jumlah dan jenis obat yang dibutuhkan.

“Perencanaan untuk tahun 2026 sudah dilakukan sejak 2025. Data kami kumpulkan dari seluruh puskesmas, kemudian disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar distribusi tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan riil di lapangan menjadi strategi utama untuk menghindari ketimpangan stok, baik kekurangan maupun kelebihan. Dengan sistem tersebut, distribusi obat dapat dilakukan secara lebih efisien dan merata di seluruh fasilitas kesehatan.

Dari sisi operasional, Kepala UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Bekasi, Atik Ardianto, mengungkapkan bahwa hingga triwulan pertama 2026, sekitar 80 persen kebutuhan obat telah tersedia dan siap disalurkan. Kondisi ini dinilai cukup untuk menopang pelayanan kesehatan dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok di gudang saat ini dalam kondisi aman. Sebagian besar kebutuhan sudah tersedia dan tinggal didistribusikan sesuai jadwal dan permintaan fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, tren peningkatan kebutuhan obat di Kabupaten Bekasi tidak dapat dihindari, seiring pertumbuhan penduduk dan bertambahnya jumlah fasilitas layanan kesehatan. Saat ini, lebih dari 50 puskesmas aktif dilayani, yang secara langsung berdampak pada peningkatan permintaan obat, khususnya untuk layanan dasar.

Distribusi obat sendiri dilakukan secara terencana, baik melalui jadwal rutin maupun berdasarkan permintaan dari masing-masing fasilitas kesehatan. UPTD Farmasi melayani berbagai unit, mulai dari puskesmas hingga layanan kesehatan khusus milik pemerintah daerah.

Meski sistem distribusi berjalan relatif lancar, sejumlah kendala teknis masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan infrastruktur gudang. Akses yang terbatas serta kapasitas parkir yang belum memadai menjadi tantangan dalam proses mobilisasi logistik.

Namun demikian, kondisi tersebut belum memberikan dampak berarti terhadap ketersediaan obat secara keseluruhan. Dengan dukungan anggaran yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah daerah optimistis pemenuhan kebutuhan obat dapat terus ditingkatkan sepanjang tahun.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di Kabupaten Bekasi, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pengobatan yang memadai dan berkelanjutan.

Post Comment